Perjalananku


Tinggalkan komentar

Kenangan masa kecil yang sering terlupakan

Ibumu (yang selama sembilan bulan) mengandungmu dalam keadaan lemah, dan semakin bertambah kelemahannya, dengan kesakitan yang selalu dialaminya, semakin engkau tumbuh maka semakin terasa berat yang dirasakannya dan semakin lemah tubuhnya. Kemudian tatkala akan melahirkanmu ia mempertaruhkan nyawanya dengan sakit yang luar biasa, ia melihat kematian dihadapannya namun ia tetap tegar demi engkau. Tatkala engkau lahir dan berada di sisinya maka hilanglah semua rasa sakit itu, ia memandangmu dengan penuh kasih sayang, ia meletakkan segala harapannya kepadamu.
Kemudian ia bersegera sibuk mengurusmu siang dan malam dengan sebaik-baiknya dipangkuannya, makananmu adalah susunya, rumahmu adalah pangkuannya, kendaraanmu adalah kedua tangannya. Ia rela untuk lapar demi mengenyangkanmu, ia rela untuk tidak tidur demi menidurkanmu, ia mendahulukan kesenanganmu di atas kesenangannya. Ia sangat sayang kepadamu, sangat mengasihimu.
Engkau menganggapnya adalah segalanya jika ia berada di sisimu, jika ia tidak berada di sisimu maka hanya ialah yang engkau panggil-panggil namanya, engkau tidak akan tenang dan berhenti dari tangismu hingga engkau melihatnya, jika mendapati hal yang tidak engkau sukai maka engkau segera melaporkan kepadanya dan meminta pertolongannya, engkau menganggap seluruh kebaikan berada padanya, dan engkau menyangka jika ia telah memelukmu di dadanya atau jika engkau tahu bahwa ia sedang mengawasimu maka tidak akan ada kejelekan yang bisa menimpamu.
Hatinya selalu sibuk memikirkanmu, ia menjadikan Robb-mu sebagai penjagamu dan pemeliharamu, ia merasakan bahwasanya engkau adalah belahan jiwanya, oleh karena itu seluruh harapannya ia letakkan kepadamu dan kehidupannya adalah demi keberhasilanmu.

Adapun ayahmu, ia bekerja dan berusaha dengan susah payah karenamu, ia mencegahmu dari kesulitan hidup sebisa mungkin, berulang-ulang ia pergi jauh demi menafkahimu, ia keluar di pagi hari dan kembali di petang hari demi engkau.

Demikianlah kedua orangtuamu menghadapi keletihan dan susah payah demi engkau, namun kecintaan mereka kepadamu telah tertanam di dalam hati mereka, mereka berusaha semampu mereka sekuat mereka untuk membahagiakanmu, engkaulah penyejuk mata mereka, engkaulah buah hati mereka, engkaulah harapan masa depan mereka. Mereka tidak tanggung-tanggung mengeluarkan uang yang telah susah payah mereka dapatkan untuk mengobatimu jika engkau sakit, dan mereka rela mengeluarkan harta mereka jika engkau yang meminta demi untuk menyenangkanmu, engkau hidup dan tumbuh di bawah naungan mereka dan bimbingan mereka.

(Nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al-Qosim, dari khutbah jum’at yang disampaikan oleh beliau di Mesjid Nabawi)

dikutip dari tulisan Ustadz Firanda

Iklan


Tinggalkan komentar

seputar Hukum Shalat Ghaib

Apa hukum shalat ghaib (mayat yang berada di tempat lain)? Permasalahan ini masih menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah umat, mengingat adanya pendapat yang mengingkari secara mutlak sehingga mengganggap shalat jenazah secara ghaib (shalat ghaib) adalah bid’ah. Permasalahan ini semakin hangat ketika banyak kaum muslimin yang ikut-ikutan menyalatkan jenazah para pemimpin atau tokoh yang tidak memiliki pembelaan kepada Islam, bahkan berloyal dan bekerjasama dengan kaum kafir dalam memerangi kaum muslimin mujahidin di belahan bumi. 

Hukum shalat ghaib

Para ulama berbeda pendapat tentang shalat ghaib ini. Namun  yang perlu diketahui di awal bahwa dasar shalat ini adalah amalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyalatkan jenazah raja Najasyi secara ghaib.

Pendapat pertama :

disyariatkan shalat ghaib secara mutlak, baik jenazah itu telah dishalatkan secara langsung atau tidak. Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah Imam Ibnu Hazm dan lainnya. Beliau berkata dalam kitabnya Al-Muhalla (5/169, no.260) “mayit tetap dishalatkan ghaib, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyalatkan Raja Najasyi bersama para sahabatnya dalam beberapa shaf. Ini merupakan ijma’ mereka yang tidak boleh dibantah.” Beliau berkata lagi dalam Al-Muhalla (5/139 no. 580) setelah menyebutkan shalat ghaibnya Rasulullah atas raja Najasyi dan Rasulullah memerintahkannya, dia berkata, “ini adalah perkara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, amalannya dan amalan para sahabatnya, maka tidak ada ijma’ yang lebih absah dari ini.” Sedangkan pendapat yang melarang shalat ghaib secara mutlak menyelisihi sunnah dan amalan para shabat. Ibnu Hazm berkata dalam Al-Muhalla (5/139, no. 580) “tidak ada satupun kabar dari para sahabat yang mencela hal ini  atau mengingkarinya (shalat ghaib).”

Ini juga termasuk pendapatnya Imam Asy-Syafi’i dan Ahmad rahimahumallah dan para pengikutnya (lihat: Al-Fath Ar-Rabbaniy 7/222; Nailul Authar 4/55; Majmu’nya Imam Nawawi 5/253; dan Al-Ifshah karya Ibnu Hubairah 1/187).

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Ketika LELAKI menangis

Beginilah cara laki-laki menangis, terlihat diam dan tenang.

Sesekali air matanya keluar dari matanya.

Pandangannya kosong namun seperti ingin mengatakan sesuatu.

Tidak selama wanita saat menangis.

Hanya beberapa menit, bahkan beberapa detik.

Diam dalam sendirinya, seolah-olah tangis itu milik dia seorang. Tidak ada yang lain.

Setelah puas di detik-detiknya, dia kembali lagi beraktifitas seperti biasa.

Seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Tapi, menangis selalu berasal dari perasaan.

Teman, ……

ketika laki-laki menangis, bukan sebutan cengeng atau kurang jantanlah yang harus dilontarkan padanya.

Tapi lihatlah !

betapa sangat beratnya dia menahan deritanya, sehingga dia perlu mengeluarkan air matanya yang berharga itu.

Dia tidak perlu orang mendekatinya,

Dia tidak perlu orang untuk menghiburnya.

Yang dia perlukan hanya beberapa menit/detiknya untuk ketenangan batin.

 

Oleh : Denny Januar Ali


Tinggalkan komentar

Dialog Rasulullah Muhammad SAW dan Iblis Laknatullah

(Hadist dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

>> Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar bin Khattab?”

“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

“Usman bin Affan?”

“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali bin Abi Thalib?”

“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

>> Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”

“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”

“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”

“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca al-Quran?”

“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”

“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”

“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”

“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”

“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”

“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”

“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”

“Di bawah kuku manusia.”

>> Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”

“Pemakan riba.”

“Siapa sahabatmu?”

“Pezina.”

“Siapa teman tidurmu?”

“Pemabuk.”

“Siapa tamumu?”

“Pencuri.”

“Siapa utusanmu?”

“Tukang sihir.”

“Apa yang membuatmu gembira?”

“Bersumpah dengan cerai.”

“Siapa kekasihmu?”

“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

>> Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali:

“Tidak, tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. “

“Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. “

“Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

>> Iblis Dibantu oleh 70.000 Anak-Anaknya

“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanita – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”

Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

>> Cara Iblis Menggoda

“Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar – benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak – anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?”

>> 10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

“Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“Apa saja?”

“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.”

Allah berfirman,

“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)

“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.”

Allah berfirman,

“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).

“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :

“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)

juga membaca,

“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:

“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”


Tinggalkan komentar

Kasmaran

Yen arep crito karo sopo
Yen ora crito kok tambah nelongso
Ooo …  Soyo suwe kok ngene rasane
Sedhino – dhino kok ngatoni wae

Yen ora sambat wes ra kuat
Arep njaluk tulong bingung lehku nembung
Tekan sok kapan iso ngendaliki
Kasmaran kenyo kang ke pati – pati

Tindak-tanduk ‘e
kalem rak di gawe
larang esemme nggregetake

yo ben mung ngimpi orak popo
yen ati iki iso dhadi lego
dewe ‘e teko lan kondo yen tresno
piya piye aku pasrah lan lilo

song by : Didi Kempot

TVRI Sby

Mas Didi Kempot “Maestro Campursari”


Tinggalkan komentar

Padi : Seandainya bisa memilih

Dari jauh lubuk hatiku …
Jiwaku resah mencari tahu …
Apa yang sedang kurasakan kini …
Terguncang aku mengingat engkau …

# Reff : Seandainya aku masih bisa memilih …
Akan kupilih engkau sebagai kekasih sejatiku ….
Betapa semua harapan hanya untukmu …
Akan kupahat namamu dalam pusara hatiku …

Kaulah rahasia terbesar hidupku …
Yang takkan mungkin aku ungkapkan …
Kusimpan erat perasaanku …
Meski ajal menanti …

By ; Piyu


Tinggalkan komentar

Syi’ir Tanpo Waton

أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا * أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا * وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا

ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ * يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ

عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ * ( يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ 2

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran ….

(aku memulai menembangkan syi’ir)

Kelawan muji maring Pengeran ….

(dengan memuji kepada Tuhan)

Kang paring rohmat lan kenikmatan ….

(yang memberi rohmat dan kenikmatan)

Rino wengine tanpo pitungan 2X ….

(siang dan malamnya tanpa terhitung)

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Tuhan Sembilan Centi

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara- perwira   nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Self title … : chapter Six

Wanita diciptakan oleh Allah dari tulang rusuk sebelah kiri laki-laki, tidak tercipta dari tulang kepala karena tidak baik terlalu memanjakannya, tidak tercipta dari tulang kaki karena tidak baik terlalu merendahkannya.

Wanita tercipta dari tulang rusuk kiri laki-laki agar lebih dekat ke hati untuk dicintai dan lebih dekat ke tangan untuk dilindungi.


Tinggalkan komentar

Self Title … : chapter Five

Jika cinta adalah harapan, maka hati adalah jawaban. Bangun kejujuran dan ketulusan hati dengan kepercayaan. Itulah “cinta”.

Maka Allah menciptakan kita dengan, 2 mata, 2 telinga, 2 tangan, 2 kaki, 2 paru-paru, bahkan dengan 2 ginjal.

Tetapi kenapa Allah memberikan kita hanya 1 hati ? … itu karena hati yang satunya lagi berada pada pasangan hidup kita.


Tinggalkan komentar

Pembagian Kewenangan di antara Para Pejabat Dalam Pengelola Keuangan Negara

BANGUNAN PEMBAGIAN KEWENANGAN
Dalam bagian terdahulu telah disampaikan bahwa, kendati kajian Ilmu Keuangan Negara memiliki kompleksitas yang tinggi, karena merupakan la science de carrefoursebagaimana dikemukakan dalam berbagai kepustakaan Perancis, bila diamati secara mendasar kajian utama tentang Ilmu Keuangan Negara dapat dibedakan dalam dua sisi. Pertama, sisi politis yang mengkaji hubungan hukum antara dua lembaga politik dalam penetapan Undang-undang APBN, yaitu antara Lembaga Legislatif dan lembaga Eksekutif; dan kedua, sisi administratif yang mengkaji hubungan hukum antara berbagai instansi di dalam lembaga Eksekutif dalam pelaksanaan Undang-undang APBN. Bila pembagian kewenangan antara dua lembaga tinggi negara tersebut dengan mudah dapat dilihat dalam undang-undang dasar, karena sisi politis Ilmu Keuangan Negara merupakan sisi yang menyentuh ranah hukum dasar (Hukum Tata Negara), pertanyaan yang timbul adalah dari mana asal berbagai kewenangan yang timbul dan dimiliki oleh para pejabat pengelola anggaran maupun pejabat pengelola perbendaharaan dalam melaksanakan undang-undang APBN tersebut. Dari uraian di atas, dapat ditarik suatu simpulan bahwa lingkup pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara pada prinsipnya adalah berada dalam ranah kajian bidang hukum administratif. Tepatnya, dalam ranah Hukum Administrasi Negara. Hal ini dengan jelas dapat dilihat dalam konteks pemikiran yang dituang -kan dalam pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan bahwa “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan Pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar”. Sedangkan, kekuasaan pemerintahan dimaksud adalah kekuasaan ekseku- tif yang antara lain berupa kekuasaan penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat umum, yaitu berupa kekuasaan menyelenggarakan administrasi negara.
Atas dasar alur pikir tersebut kemudian dapat dirumuskan bahwa Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. Pemikiran inilah yang kemudian dituangkan dalam rumusan pasal 6 ayat (1) Undang-undang No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, yang kemudian menyatakan bahwa ‘kekuasaan pengelolaan keuangan negara berada di tangan Presiden’. Selanjutnya, dalam operasionalisasi kewenangan dimaksud, Presiden men-delegasikan sebagian kewenangan pengelolaan keuangan negara tersebut kepada para Menteri sebagai pembantunya sesuai dengan peran masing-masing dalam pengelolaan keuangan negara. Peran tersebut adalah sebagai Chief Financial Officer (CFO), di satu sisi, dan sebagai Chief Operation Officer (COO), di sisi lainnya.
Peran sebagai CFO secara eksklusif hanya didelegasikan kepada Menteri Keuangan. Hal ini sesuai dengan tugasnya sebagai pembantu Presiden di bidang keuangan, yaitu sebagai pengelola keuangan negara atau lebih tepatnya sebagai Bendahara Umum Negara dan sebagai wakil pemerintah sebagai pemegang saham berbagai perusahaan milik negara. Sementara itu, peran sebagai COO didelegasikan kepada semua menteri sebagai kepala kementrian, termasuk kepada menteri keuangan. Sebagai COO, pada hakekatnya, setiap menteri adalah penanggungjawab terhadap keberhasilan program yang telah disusun dan ditetapkan dalam kementrian masing-masing.
Dengan mengacu pada pemikiran di atas, Undang-undang No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara pasal 6 ayat (2.a dan b) menyatakan bahwa kewenangan tersebut pada ayat (1) dikuasakan kepada Menteri Keuangan selaku BUN, di satu pihak, dan kepada Menteri Teknis selaku Pengguna Anggaran (PA), di lain pihak. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Mengapa Do’a kita belum terkabul ?

Mengutip Ibrahim bin Adham seorang sufi yang hidup pada abad ke-8 Masehi, pernah berpidato di hadapan jamaah di Basrah, yang rata-rata mereka hampir putus asa dalam do’a, lantaran sudah lama berdo’a tetapi tidak terkabul.

Kata Ibrahim Adham, “Do’amu tidak dikabulkan Allah lantaran sepuluh perkara:

  1. Kamu mengenal Allah, tetapi kamu tidak mendatangkan kewajiban kepada-Nya.
  2. Engkau membaca Al-Qur’an, tetapi engkau tidak mengamalkan kandungannya.
  3. Engkau mengatakan menjadi musuh syetan, tetapi engkau mengikuti dan bersesuaian dengan syetan.
  4. Engkau mengatakan menjadi Umat Nabi Muhammad SAW, tetapi engkau tidak mengikuti jejaknya.
  5. Engkau berkeinginan masuk surga, tetapi tidak mau beramal yang dapat menghantarkannya ke surga.
  6. Engkau menginginkan selamat dari api neraka, tetapi engkau mencampakkan dirimu ke dalamnya.
  7. Engkau mengatakan bahwa mati itu pasti, tetapi engkau tidak mau mempersiapkan bekal untuk mati.
  8. Engkau sibuk meneliti cela kawan-kawanmu, tetapi engkau tidak mau memperhatikan cela dirimu sendiri.
  9. Engkau makan nikmat dari Tuhamu, tetapi engkau tidak pernah bersyukur kepadanya.
  10. Engkau ikut mengubur orang mati, tetapi engkau tidak dapat mengambil i’tibar (pelajaran) dari peristiwa itu.

Maka setiap orang yang berdo’a dan menginginkan do’anya segera terkabul hendaknya bercermin kepada Rasulullah SAW. Bagaimana beliau berdo’a. Sesudah itu harus pula mengetahui dan memenuhi etika dan estetika berdo’a.

Sesudah itu, perhatikan  benar-benar uraian di atas. Saudara akan dapat menjawab di mana letak kesalahan do’anya sehingga tidak atau belum terkabul. Pada akhirnya nanti pasti akan sadar bahwa tidak segera terkabulnya do’a itu faktornya berada pada diri orang yang berdo’a, bukan berada pada Allah.


Tinggalkan komentar

Self Title … : chapter Three

Ukhuwah adalah Cinta yang mengalir melalui keimanan, bersemi dengan pupuk nasehat, terawat dalam do’a, dan berbuah pada pertemuan di Syurga …

Ukhuwah adalah menguatkan, menjaga, memperbaiki, memberi, menghilangkan kelalaian dan saling mengingatkan.

Dengan ukhuwah kita kan menjadi umat yang kuat dan janganlah kalian bercerai-berai.

 

Nasehat dari Seorang Teman/ Kawan/ Sahabat/ atau kalau diijinkan aku ingin memanggilnya Saudara yg baik hatinya … di tulis di Bondowoso, 11 Syawal 1432 H


Tinggalkan komentar

Rasullullah Muhammad SAW

Sholawat dan salam, kami haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, … semoga kelak di akhirat beliau berkenan memberikan syafaat kepada kita umatnya yang hina dan lemah ini …

Berikut adalah biografi beliau :

Nabi Muhammad SAW berasal dari kabilah Quraisy keturunan Hasyim.  Nama kecil beliau adalah Muhammad bin Abdullah, Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib sedangkan Ibunda beliau adalah Aminah binti Wahab yang berasal dari keturunan Bani Zuhrah, salah satu kabilah Quraisy.

Ayah beliau, Abdullah meninggal dunia dalam perjalanan dagang di Yatsrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh Nabi.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Self Title … : chapter Two

Selalu ada Cinta dalam kehidupan,

Selalu ada rindu bila tak jumpa,

Selalu ada do’a dalam tiap nafas kehidupan,

Do’aku semoga Allah senantiasa menjagamu, mencintaimu, memudahkanmu dalam segala urusan …

Ukhuwah ibarat 1 janji yang dibuat dalam hati, tak kan terpisah oleh jarak, tak berubah oleh masa, dan selamanya di Jiwa …

 

Nasehat dari Seorang Teman/ Kawan/ Sahabat/ atau kalau diijinkan aku ingin memanggilnya Saudara yg baik hatinya … di tulis di Bondowoso, 7 Syawal 1432 H


11 Komentar

Penjelasan mengenai tugas dan fungsi Pejabat Penandatangan SPM

Sejak diundangkannya paket UU di bidang Keuangan, peran ordonatur dilimpahkan kepada masing-masing Kementerian/ Lembaga selaku Pengguna Anggaran. Dengan demikian tugas penerbitan SPM yang sebelumnya dilakukan oleh KPPN sekarang dialihkan kewenangannya pada masing-masing satuan kerja selaku pengguna anggaran. Namun demikian peran tersebut justru menjadi tidak mampu berfungsi dengan efektif di kebanyakan satuan kerja. Seringkali Pejabat Penandatangan SPM tampak macam boneka saja, cenderung asal tandatangan tanpa melakukan fungsi dan perannya dengan maksimal. Salah satu indikatornya adalah banyaknya SPM yang dikembalikan oleh KPPN, baik itu  karena salah prosedur dan tidak sesuai aturan, salah pembebanan, atau bahkan salah dalam pembuatan dokumen SPM.

Untuk itu perlu dipelajari lagi dengan cermat mengenai apa tugas dan fungsi Pejabat Penandatangan SPM itu ?

Siapa sebenarnya Pejabat Penandatangan SPM itu ?, Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar, yang selanjutnya disingkat PP-SPM, adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk melakukan pengujian atas Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM). 

sesuai definisi tersebut dapat diketahui bahwa kewenangan PP-SPM adalah menguji SPP sebelum menerbitkan SPM. Dari situ jelas bahwa fungsi ordonatur dan tanggungjawab pengujian di tingkat satker berada di PP-SPM. Oleh karenanya PP-SPM haruslah orang yang mumpuni dan paham tentang pelaksanaan APBN serta proses yang terkait dengan perbendaharaan negara termasuk peraturan-peraturan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran atas beban APBN. Sehingga jabatan ini seharusnya dipegang oleh seseorang yang berkompeten dan memiliki integritas, profesional serta independen sehingga tidak dapat diintervensi oleh pihak lain. Demikian juga dengan person yang memangku jabatan ini seharusnya memiliki jabatan/ pangkat yang lebih tinggi atau paling tidak sejajar dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga fungsi ordonatur yang melakukan pengujian terhadap tagihan negara dapat berjalan dengan baik. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Membalas keburukan dengan Kebaikan

Suatu ketika pelayan Imam Hasan Al-Bashri menyampaikan bahwa seseorang telah menjelek-jelekkan namanya. Mendengar hal tersebut, sang Imam kemudian memanggil pelayan dan memintanya untuk memberikan kurma pada orang tersebut. Pelayan berkata, “Wahai Imam, bukankah dia telah menjelekkanmu di hadapan orang banyak. Tapi kenapa engkau malah memberinya kurma?” Sang Imam pun menjawab, “Bukankah sudah sepantasnya aku memberikan hadiah bagi orang yang telah membuat diriku di sisi Allah SWT”.

“Apa maksud semua ini wahai Jibril?” Tanya Rasul SAW pun ketika turun ayat: “Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (Al-A’raf: 199).  Jibril pun menjawab, “Wahai Rasul Allah, sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu untuk memaafkan orang yang menzalimimu, memberi kepada orang yang pelit kepadamu, dan menyambung silaturahim kepada orang yang memutuskannya denganmu”.

Jadilah pribadi yang tenang dan menenangkan. Bukan pribadi yang gelisah dan penuh amarah. Tenang bukan berarti tidak mampu, tenang bukan berarti kalah, tenang bukan berarti lambat. Tenang adalah seni menyampaikan kritikan dengan bahasa yang lembut, tenang adalah penyampaian fakta keras dengan cara yang lembut, tenang adalah penolakan berat dengan cara yang ringan.

Itulah yang ditunjukkan oleh Rasul SAW ketika penduduk Thaif melempari beliau dengan batu. Beliau malah berdoa, “Allahummahdii qawmii fainnahum laa ya’lamuun” (Ya Allah berilah hidayah kepada kaumku ini, karena sesungguhnya mereka tidak tahu apa-apa).
Memang bukan perkara yang mudah untuk menahan marah atau emosi. Apalagi kemudian membalasnya dengan hal yang sebaliknya. Tidak semua orang mampu melakukannya. Sehingga ketika Abdullah bin Amr menanyakan hal apakah yang bisa menjauhkannya dari murka Allah? Rasulullah menjawab: “Laa taghdhab (Janganlah kau marah)”  (HR Imam Ahmad)

Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang keutamaan puasa, Rasulullah SAW bersabda: “… Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah, “Saya sedang berpuasa. Demi Zat yang jiwaku berada di genggaman Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi….”.   (HR Bukhari).
Mulut yang senantiasa mengucapkan kata-kata indah bukan kata-kata kotor, kata-kata yang menyejukkan bukan yang menyakiti, kata-kata yang menenangkan bukan yang menggelisahkan, kata-kata yang memaafkan bukan yang mendendam, kata-kata yang memuliakan bukan yang menghinakan.

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar” (Surah Fussilat: 34-35).

Ditulis oleh Cendikiawan Muslim-Salahuddin El Ayyubi MA


Tinggalkan komentar

Kisah Harut dan Marut

Konon dua kali malaikat mengajukan pertanyaan kepada Tuhan yang mengesankan kemampuan mereka mengelola bumi melebihi kemampuan manusia. Pertama, ketika Allah menyampaikan kepada mereka rencana-Nya menciptakan manusia.

Ketika itu malaikat bertanya, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”

Tuhan menjawab singkat, “Sesungguhnya Aku maha mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Allah kemudian menguji mereka melalui manusia pertama yang diciptakan-Nya (Adam) dengan aneka pertanyaan yang mereka tidak dapat menjawabnya (baca QS Al-Baqarah (2): 30-32). Mereka pun mengakui ketidakmampuan mereka.

Kali kedua ketika manusia telah bertugas di bumi. Para malaikat melihat beberapa makhluk pilihan Tuhan itu melakukan aneka pelanggaran. Maka sekali lagi mereka menampakan keheranan dan dugaan kemampuannya.

Maka Allah memerintahkan mereka memilih dua orang jenis mereka untuk bertugas di Bumi. Terpilihlah Harut dan Marut. Keduanya dipersilakan menjalankan tugas-tugas yang serupa dengan tugas manusia setelah diberi kemampuan dan syahwat yang sama dengan manusia.

Tetapi belum lagi sebulan keberadaan mereka di bumi, mereka (Harut dan Marut) telah tergoda oleh seorang perempuan. Keduanya merayu perempuan itu, tapi ia (perempuan itu) enggan kecuali mereka meminum minuman keras, lalu membunuh.

Demikian terlihat kegagalan mereka. Begitulah diuraikan antara lain oleh Al-Qurthubi dalam tafsirnya ketika menafsirkan QS Al-Baqarah (2): 102. Kisah atau tepatnya dongeng ini merupakan ilustrasi tentang sikap penonton yang biasanya mempersalahkan pelaku atau pemain tanpa menyadari bahwa jika sang penonton berada di tempat pemain, maka dia akan melakukan hal serupa, bahkan mungkin lebih buruk.

Sumber : Yang Ringan Yang Jenaka – by M Quraish Shihab


Tinggalkan komentar

Isyarat Kematian

Konon ada seseorang yang bersahabat dengan malaikat maut. Jika malaikat itu datang kepadanya, ia bertanya, “Apakah Engkau datang bertugas mencabut nyawaku atau sekedar berkunjung.” Malaikat itu selalu berkata, “Sekadar berkunjung.”

Orang itu meminta kepada malaikat agar memberinya isyarat/ tanda beberapa waktu sebelum ia datang bertugas mencabut ruhnya agar dapat lebih siap. Setelah sekian lama, malaikat itu datang untuk mencabut nyawa temannya itu. Tapi orang itu keberatan dan mengingatkan malaikat akan janjinya member isyarat.

Malaikat tersebut berkata, “Aku sudah memberimu isyarat”. “Belum,” kata temannya.

“Bagaimana belum, padahal bukan satu isyarat saja yang mengunjungimu. Bukankah telah membungkuk punggungmu setelah sebelumnya lurus? Bukankah telah memutih rambutmu setelah sebelumnya hitam? Bukankah telah rontok gigimu setelah sebelumnya kokoh?” “Bukankah telah gemetar suaramu setelah sebelumnya nyaring? Bukankah telah melemah tubuhmu setelah sebelumnya kuat? Bukankah telah kabur matamu setelah sebelumnya jelas? Bukan hanya satu isyarat yang telah mendatangimu, tetapi banyak! Mengapa Engkau mengecamku? Kini aku datang bertugas setelah memenuhi janjiku.”

Sumber : Yang Ringan Yang Jenaka – by M Quraish Shihab


Tinggalkan komentar

Self Title …

Saudaraku, …

Tetap hidup, walau tengah berada di negeri yang mati.

Tetap menyala, walau diantara puing yang gelap.

Jangan pernah mengeluh, seolah semua sia-sia tak ada guna.

Jika Allah tujuan kita, jangan pernah tanamkan sifat ingin dikenal atau terkenal di mata manusia.

Karena perjuangan itu dihidupkan dari satu niat, namun bisa mati karena banyak niat.

Semangat melalui sisa umur yang Allah titipkan kepada kita. Tapak kaki kita tak pernah tahu dimana dermaga, tapi kita tahu kematian pasti datang.

Dan bersyukurlah karena hari ini kita masih diberi kesempatan untuk mempersiapkan perjalanan menuju dermaga terbaik yang Allah janjikan untuk hambanya yang shalih. (Semoga kita termasuk di dalamnya)

Nasehat dari Seorang Teman/ Kawan/ Sahabat/ atau kalau diijinkan aku ingin memanggilnya Saudara yg baik hatinya … di tulis di Bondowoso, 2 Ramadhan 1432 H


Tinggalkan komentar

Pada suatu hari nanti …

Pada suatu hari nanti, Jasadku tak akan ada lagi

tapi dalam bait – bait sajak ini, Kau tak akan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti, suaraku tak terdengar lagi

tapi diantara larik – larik sajak ini, Kau akan tetap kusiasati

Pada suatu hari nanti, impianku pun tak dikenal lagi

namun di sela – sela huruf sajak ini, Kau tak akan letih – letihnya kucari

 

(Oleh : Sapardi Djoko Damono)


Tinggalkan komentar

cintaku jauh di pulau

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi !  Jalan sudah bertahun ku tempuh !
Perahu yang bersama ‘kan merapuh !
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku ? !

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

 

(Chairil Anwar, 1946)


Tinggalkan komentar

Tausyiah A’a Gym

Allah Maha Tahu isi hati manusia, kunci ingin dekat dengan Allah adalah kejujuran dan kemurnian di lubuk hati terdalam, tak boleh ada kepalsuan dan kebohongan sekecil apapun.

Sesungguhnya mutlak hanya Allah satu-satunya sumber segala karunia, tidak ada selain DIA. Adapun makhluk-makhluk hanya sekedar jalan karuniaNYA, maka jangan pernah bersandar kepada selainNYA.

Bergabung jin dan manusia seluruhnya akan mendatangkan sebutir nasi saja, pasti tak sanggup bila Allah tak mengijinkan. Semua karunia dan manfaat hanya akan terjadi dengan ijin Allah.

Demikian pula musibah, walau bergabung jin dan manusia seluruhnya mau mencelakakan diri kita pasti tak akan terjadi tanpa ijin Allah. Dia lah penguasa setiap kejadian.


Tinggalkan komentar

Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

(oleh : Sapardi Djoko Damono)


Tinggalkan komentar

Ahmad Ibnu Majid : Pelaut Muslim abad 15

Mencoba untuk menggali kembali informasi tentang jejak-jejak kejayaan dunia Islam di masa yang lampau dan akhirnya dipertemukanlah saya dengan seorang tokoh bernama Ahmad Ibnu Majid, seorang Navigator Muslim pada abad ke-15.
Ahmad Ibnu Majid terlahir pada 1421 M di Julphar atau yang sekarang lebih dikenal dengan Ras Al Khaimah. Tepatnya berada di salah satu dari tujuh kota Uni Emirat Arab. Keluarga Ahmad Ibnu Majid berasal dari Najd di Semenanjung Arabi. Beliau terlahir dalam sebuah kelurga pelaut, Hal ini karena kakek dan ayahnya juga merupakan seorang pelaut. Ayahnya bahkan pernah menulis buku tentang navigasi di lautan sekitar Hijaz. Ahmad Ibnu Majid juga dikenal sebagai ahli pembuat peta atau kartografer. Dunia maritim Islam dan Barat pada saat itu menjuluki Ahmad Ibnu Majid sebagai Singa Lautan. Beliau sangat disegani para pelaut di zamannya karena keberaniannya menantang ganasnya gelombang lautan serta kemampuan dan keandalannya dalam seni navigasi. Hal tersebut yang menjadikan beliau sebagai sosok yang legendaris dan oleh sejarah kisah-kisah beliau dicatat dengan tinta emas.

sejarah mencatat Ahmad Ibnu Majid sebagai seorang pelaut, navigator dan pembuat peta yang sangat masyhur. Tak cuma itu, ia pun berhasil menuliskan sebuah buku yang sangat diakui dan dikagumi. Pada saat hidup nya, Ibnu Majid pun telah mampu membuat kompas.

Dunia maritim bukanlah hal yang aneh bagi Ibnu Majid. Sejak kecil lautan telah men jadi bagian hidupnya, karena ia memang tumbuh dari keluarga pelaut. Tak aneh bila pada usia 17 tahun, Ibnu Majid sudah sangat jago mengemudikan kapal laut.
Lantaran terbiasa mengikuti pelayaran di Laut Merah bersama ayahnya, sang navigator bersama teman-temannya juga memiliki ide melakukan pelayaran di sejumlah daerah. Ber bekal keberanian dan tekad baja, ia bersama sekelompok pelaut melakukan penjelajahan yang lebih luas.
Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Islam sebagai rahmat bagi semesta alam

Memahami Rahmat Islam
“Dan tidaklah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS 21: 107). Ayat di atas sering dijadikan hujjah bahwa Islam adalah agama rahmat. Itu benar. Rahmat Islam itu luas, seluas dan seluwes ajaran Islam itu sendiri. Itu pun juga pemahaman yang benar.

Sebagian orang secara sengaja (karena ada maksud buruk) ataupun tidak sengaja (karena pemahaman Islamnya yang tidak dalam), sering memaknai ayat tersebut diatas secara menyimpang. Mereka ini mengartikan rahmat Islam harus tercermin dalam suasana sosial yang sejuk, damai dan toleransi dimana saja Islam berada, apalagi sebagai mayoritas. Sementara dibaliknya sebenarnya ada tujuan lain atau kebodohan lain yang justru bertentangan dengan Islam itu sendiri, misalnya memboleh-bolehkan ucapan natal dari seorang Muslim terhadap umat Nasrani atau bersifat permisive terhadap ajaran sesat yang tetap mengaku Islam.
Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Penjelasan atas UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

I. Dasar Pemikiran
Sebagai suatu negara yang berdaulat, berdasarkan hukum, dan menyelenggarakan    pemerintahan negara berdasarkan konstitusi, sistem pengelolaan keuangan harus sesuai dengan aturan pokok yang ditetapkan dalam Undang – undang Dasar 1945 Bab VIII perihal Keuangan Negara. Selama ini dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan negara masih digunakan ketentuan perundang – undangan yang disusun pada pemerintahan kolonial Hindia Belanda yang diberlakukan berdasarkan Aturan Peralihan Undang – undang Dasar 1945. Peraturan perundang – undangan tersebut mempunyai berbagai kelemahan yang dapat menyebabkan terjadinya beberapa bentuk penyimpangan dan tidak dapat mengakomodasi berbagai perkembangan yang terjadi dalam sistem kelembagaan negara dan pengelolaan keuangan pemerintahan Negara Republik Indonesia. Dalam upaya menghilangkan penyimpangan dan mewujudkan sistem pengelolaan fiskal yang berkesinambungan (sustainable) sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang – undang Dasar dan azas – azas umum yang berlaku secara universal dalam penyelenggaraan pemerintahan negara diperlukan suatu undang – undang yang mengatur pengelolaan keuangan negara.
Baca lebih lanjut


1 Komentar

Penjelasan atas UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara

I. Dasar Pemikiran
Penyelenggaraan pemerintahan negara untuk mewujudkan tujuan bernegara menimbulkan hak dan kewajiban negara yang perlu dikelola dalam suatu sistem pengelolaan keuangan negara. Sebagai landasan hukum pengelolaan keuangan negara tersebut, telah diundangkan Undang – undang Nomor 17 Tahun 2003 yang menjabarkan lebih lanjut aturan – aturan pokok yang telah ditetapkan dalam Undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 ke dalam azas umum pengelolaan keuangan negara. Selama ini kaidah hukum administrasi keuangan negara masih didasarkan pada undang – undang warisan zaman kolonial Hindia Belanda (ICW), dimana hal tersebut tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan pengelolaan keuangan negara yang sesuai dengan tuntutan perkembangan demokrasi, ekonomi, dan teknologi. Oleh karena itu, undang – undang tersebut perlu diganti dengan undang – undang baru yang mengatur kembali ketentuan di bidang perbendaharaan negara, sesuai dengan tuntutan perkembangan demokrasi, ekonomi, dan teknologi modern.

Baca lebih lanjut


6 Komentar

Uraian Tugas dan Kewenangan Pejabat Perbendaharaan

Dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Perbendaharaan yang kemudian ditindak lanjuti dengan diterbitkannya Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 66 Tahun 2005 tentang Mekanisme Pembayaran APBN, maka peran dan fungsi dari Departemen Keuangan dalam hal ini yang didelegasikan pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Kewenangan dan tugas yang diembannya juga turut mengalami perubahan. Diantaranya adalah mengenai peran dan kewenangan Doelmatighead dan Rechtmatighead yang tidak lagi dijalankan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Sesuai dengan amanat undang-undang dan peraturan dirjen di atas, kewenangan tersebut telah beralih kepada Kementerian Negara/Lembaga selaku pengguna anggaran. Oleh karena itu peran para pejabat perbendaharaan yang berada pada Kementerian Negara/Lembaga menjadi sangat penting dalam menentukan kesuksesan dan kelancaran dalam penyerapan dana APBN sesuai dengan program dan kegiatan yang telah ditentukan sebelumnya. Namun pada kenyataannya masih banyak ditemui pada Kementerian Negara/Lembaga pada khususnya ditingkat satuan kerja, para pejabat perbendaharaan yang tidak memahami sepenuhnya apa yang menjadi tugas dan kewenangannya. Tanpa harus mencari penyebabnya, berikut saya coba untuk menyampaikan rincian singkat mengenai tugas dan kewenangan pejabat perbendaharaan sesuai Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan dan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor 66 Tahun 2005 tentang Mekanisme Pembayaran APBN.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

( HIKMAH ) DIBALIK DOA YG BELUM DIKABULKAN

Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong. Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula. Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.

Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta. Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi. Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.

Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya.

(Ustadz Yusuf Mansur)